
اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ كَبيرا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ أَيَّامَ الأَعْيَادِ ضِيَافَةٌ لِعِبَادِهِ الصَّالِحِينَ وَجَعَلَ فِي قُلُوبِ الْمُسْلِمِينَ بَهْجَةً وَسُرُورًا ، أَشْهَدُ ان لا اِلـهَ إِلَّا اللهُ الَّذِي جَعَلَ الْجَنَّةَ ضِيَافَة الكُبرى . وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا وَمَوْلانا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى تِلْكَ الضّيَافَة جَمِيعَ العَالَمِينَ. اللهم صَل وَسَلّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَاصْحَابِهِ وَكُلّ عَبْدِ إِلَى طَاعَةِ اللَّهِ مُجَاهِدِينَ .
اَمَّا بَعْدُفَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزكى وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى
جماعة صلاة عيد الفطر رحمكم الله
Saudara-saudara Kaum Muslimin !
Hari ini merupakan hari raya kita umat Islam Idul Fitri pertama kali diadakan oleh Rasulullah SAW pada tahun kedua Hijrah dan tiap tahun selalu beliau adakan sampai wafatnya. Kemudian terus disemarakkan hingga sekarang dan masa datang Angkatan demi angkatan datang dan pergi. ‘Idul Fitri terus bergema, dihiasi dengan takbir, tahlil, tahmid dan taqdis. Angkatan demi angkatan datang dan pergi, apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW di masa hidupnya diteruskan oleh umatnya, hingga sampailah kepada kita sekarang ini. Jauh diukur dengan arungan waktu jarak antara umat dengan Rasul, tetapi alangkah dekat rindu kasih kita kepadanya, dan rindu kasih Rasul kepada ikhwan-ikhwannya, yaitu orang yang beriman kepada syari’at yang dibawanya, padahal tidak pernah bertemu muka dengan beliau. Semoga kita termasuk ke dalamnya.
Dari pintu-pintu rumah kita keluar menuju lapangan untuk mendirikan shalat ‘Id di sini dan begitu pulalah terjadi di mana- mana di seluruh Nusantara dan di seluruh dunia Bukan hanya kaum pria yang berkumpul dan menyusun shaf melainkan juga kaum wanita dan gadis-gadis sebab diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk membawa ke luar semua wanita ke tempat shalat ‘Id bahkan yang sedang haidl sekalipun untuk mendengarkan khutbah Dalam gemuruh gema takbir kita merasakan kehangatan persatuan yang besar keteguhan persaudaraan umat Islam silaturrahmi yang dijalin semata-mata karena mendambakan keridhaan Allah SAW.
Kita saksikan di mana-mana pandangan disemarakkan oleh penampilan wajah ceria dalam warna warni pakaian yang indah Sebab bukankah ini adalah hari raya umat Islam sebagaimana disabdakan oleh junjungan kita? Semoga keindahan pakaian yang kita kenakan adalah pula kiasan dari keindahan pakaian yang paling hakiki yaitu taqwa yang kita tenun malam demi malam hari demi hari selama bulan Ramadlan ini. Semoga pakaian yang kita kenakan sekarang ini, dan yang kita kenakan untuk selama- lamanya adalah pakaian yang telah dipilihkan Allah SWT. Yaitu pakaian taqwa sebagaimana difirmankan-Nya:
يبني ادم قد أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْاتِكُمْ وَرِيشَأْ وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذلِكَ خَيْر ذَلِكَ مِنْ أَيْتِ اللهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَرُونَ (الاعراف: ٢٦)
Hai anak Adam Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian untuk menutup aurat kalian, dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, supaya kalian selalu ingat. (Q.S. 7 al-A’raf : 26)
Tentang ibadah puasa, Allah bersabda:
يا ايها الذين امنوا كتب عليكم الصيام في الكتب على الذين من قبلكم لعلكم تقون
Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan kepada kalian shaum puasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, agar kalian taqwa. (Q.S. Al-Baqarah : 183).
Ayat tersebut memberikan isyarat bahwa sehabis tiap Ramadhan, ada peningkatan taqwa yang dalam Hadits Rasulullah SAW diungkapkan:
مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِعُ ، وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهِ . فَهُوَ مَغْبُونَ ، وَمَن كَانَ يَوْمُهُ شَرَا مِنَ آمَيهِ فَهُوَ مَلْعُونَ . (رواه الحاكم )
Barangsiapa (keadaannya) pada hari ini lebih baik dari hari kemarin, ia termasuk beruntung. Barangsiapa yang pada hari ini sama dengan kemarin, ia termasuk tertipu. Dan barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin ia terkutuk.- (H.R. Al-Hakim).
Ini berarti bahwa perilaku yang baik, yang selama bulan Ramadlan ini kita laksanakan menyatu sebagai pribadi yang nampak lebih baik dari bulan Ramadlan. Kalau selama Ramadhan kita shalatullail, maka pada bulan-bulan berikutnya, amalan itu ditambah dengan yang lain. Sekiranya pada bulan Ramadlan telah memberikan shadaqah sebanyak sekian rupiah maka pada bulan-bulan berikutnya akan meningkat. Semogalah demikian, sehingga dampak shaum puasa ini termanifestasikan pada nilai ketaqwaan kita. Amin.
Selepas Ramadhan kita harus tetap berusaha memelihara dan meningkatkan kesabaran dalam ketaatan menjalankan tugas kewajiban sabar menahan hawa nafsu dan melawan maksiat sabar dalam menghadapi segala penderitaan Kehidupan masa kini hanya dapat kita tempuh dengan kesabaran keuletan dan pantang menyerah. Usaha menumbuhkan kekayaan ruhaniyah jangan hanya setiap lebaran saja :
Seorang penyair bersenandung membekali kita semua :
فَرَضَ عَلَى النَّاسِ أَن يَتُوبُوا لَكِن تَرَكَ الذُّنوبِ اَوجب وَالصَّبرُ فِي النَّائِبَاتِ صَعْبُ لَكِنَّ فَوْتَ التَّوَابِ اَصْعَبُ ابجد وَالدَّهُ فِي صَرف تجيب لكِنَّ غَضْلَةُ النَّاسِ أَعْ لكِنَّ المَوتَ مِنْ ذَاكَ اَقْرَبُ وكل ما قد يحي قمتُ
Betapa ni’mat manusia yang sempat taubat,
Namun lebih ni’mat lagi bagi yang meninggalkan maksiat
Alangkah berat menghadapi musibah.
Namun lebih pahit bila pahala tidak lepas tertangkap
Sungguh ajaib, betapa waktu melenyap cepat
Tapi tidakkah lebih ajaib ada insan tak sadar saat
Setiap yang akrab terasa dekat
Akan tetapi tidakkah maut lebih melekat?
Kita selaku manusia perlu bertanya: Mampukah mengubah yang baik hari ini ke hari esok yang lebih baik, yang cerah hari ini ke hari esok yang lebih cerah?
Selepas Ramadhan ini kita harus bekerja dengan lebih keras untuk memperbaiki nasib kita di atas dunia ini dan dengan kekayaan dan kejayaan yang dianugrahkan Allah itu kita pun hendaklah menuntut kampung akhirat. Kita pun harus waspada akan apa yang menjadi kecemasan Rasulullah saw., sehingga beliau bersabda “Bahwasanya di antara yang aku takuti terhadap kalian sesudah aku wafat ialah kemewahan yang diberikan kepada kalian, yakni kemewahan dunia dan hiasannya. Padahal dalam kehidupan kita kini kemewahan telah berdiri dengan megahnya Oleh karena itu, bagi mereka yang dianugerahi kekayaan harta hendaklah dapat pula meraih kekayaan yang lain, kekayaan yang hakiki sebagaimana ditunjukkan Nabi SAW: “Kekayaan yang sebenarnya itu bukanlah dari banyak harta dan permata benda melainkan kekayaan itu ialah kekayaan jiwa
الله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحمد
Selepas Ramadhan ini, kita harus berusaha memuliakan rohani kita dari himpitan jasmani. Waktu dan kegiatan kita hendaknya disediakan pula bagi kepentingan rohani dan tidak diboroskan untuk memenuhi kepuasan panca indra belaka yang tidak pernah ada habisnya. Kebutuhan keduniaan harus dikekang agar bersih halal, sederhana dan sehat. sehingga dapat pula kita gunakan untuk membersihkan qalbu kita, dan qalbu itulah yang peka akan keperluan akhirat. Kita harus memulihkan martabat kita sebagai makhluk yang dimuliakan yang diciptakan dalam sebaik-baik kejadian yang mampu menerima wasiat Nabi yang mulia
Sebentar kita lupakan putaran roda yang menggiring manusia pada kehidupan serba benda semata. Saatnya sekarang kita meng- hadap Allah SAW, berjama’ah dalam suasana yang cukup memberi ketenangan.
Pernah seorang penyair bersenandung lirih memberi ingat kepada kita dalam usaha menumbuhkan penghayatan ruhaniyah yang tinggi :
يَا مَنْ بِدُنْيَاهُ اشْتَغَلَ قَدْ غَرَهُ طُولُ الامل اَوَلَمْ يَزَلِ فِي غَفْلَةٍ حَتَّى دَنَا مِنْهُ الأَجل الموتُ يَأْتِي بَغْتَةً وَالقَبْرُ صُدُوقُ العَمَل اِصْبِرْ عَلَى أَهْوَالِهَا لَا مَوْتَ الَّا بِالْأَجَلِ
Wahai manusia yang disibukkan dunia
Yang terpedaya harapan hampa
Masih jugakah kalian tetap lalai Menjelang mendekat ajal.
Kematian datang dengan sigap
Kubur merupakan kurungan perbuatan
Bersabarlah karena kehebatannya
Tiada kematian tanpa ajal.
الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
Selepas Ramadhan, kita harus berusaha memelihara dan menggiatkan membaca dan mendalami al-Quran. Sebab sabda Nabi saw. : “Barangsiapa yang membaca al-Quran, maka se sungguhnya dia telah memasukkan kenabian ke dalam lambungnya hanya saja dia tidak menerima wahyu. Tidak seyogyanya orang yang membaca al-Quran turut berbuat kekeliruan (kemaksiatan) bersama orang yang berbuat kemaksiatan, sedang dalam perutnya ada kalam Allah’ (Menurut riwayat al-Hakim dari Abdullah bin Umar r.a.)
Selepas Romadhan kita harus banyak berkumpul dan berjama’ah mengadakan majlis dzikir atau majlis ilmu. baik dan mengandung manfa’at faidah dan kegunaan seperti eratnya hubungan silaturahmi banyak kenalan rasa dekat diri dan jiwa satu sama lain (hubungan kasih sayang) penggunaan waktu pada hal-hal yang bermanfa’at tuntunan dan bimbingan bagi yang ingin mendalami ajaran Islam serta menampakkan syi’ar Agama Allah.
Dalam suatu riwayat dikemukakan sebagai berikut:
اَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ عَلَى حَلَقَةٍ مِنْ أَصْحَابِهِ ، فَقَالَ مَا أَجْلَسَكُمْ ؟ قَالُوا : جَلَسْنَا نَذْكُرُ الله وَنَحْمَدُهُ عَلَى مَا هَدَانَا لِلْإِسْلَامِ وَمَنْ بِهِ عَلَيْنَا ، قَالَ: أَمَا إِلَى أَمَّ اسْتَحْلِفَكُمْ تُهْمَةً لَكُمْ ، وَلَكِنَّهُ أَتَانِي جِبْرِيلُ فَأَخَبَرَنِي أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُبَاهِي بِكُمُ الْمَلَائِكَة (رواه مسلم والترمذى والنسائى )
Rasulullah SAW pernah keluar mendatangi sekelompok shahabat lalu bertanya: “Apakah yang mendorong kalian duduk di sini?” Mereka menjawab: “Kami duduk-duduk melakukan dzikir pada Allah dan memuji-Nya atas pimpinan-Nya menunjuki kami kepada Agama Islam dan mengaruniakannya atas kami” Rasulullah SAW bersabda: “Aku tidak akan meminta kalian bersumpah karena keraguanku kepada kalian akan tetapi Jibril telah datang memberitahukan kepadaku bahwa Allah SAW membanggakan kalian kepada malaikat-malaikat karena perbuatan kalian ini”.
(H.R. Muslim, Turmudzi, Nasai yang bersumber dari Abu Said al-Khudri ra)
يَقُولُ اللهُ تَعَالَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ : سَيَعْلَمُ أَهْلُ الجَمْعِ الْيَوْمَ مَنْ أَهْلُ الكَرَةِ قِيلَ : مَنْ اَهْلُ الْكَرَمِ يَارَسُولَ اللهِ ؟ قَالَ : اَهْلُ جَالِس
الذِّكْرِ في المساجد ( رواه أحمد وأبو يعلى )
Pada hari kiamat Allah SWT berfirman: “Pada hari ini orang-orang yang berkumpul (di padang Mahsyar) akan mengetahui, siapa yang termasuk keluarga utama. Para shahabat bertanya: “Siapakah keluarga utama itu ya Rasulullah
Kaum Muslimin yang berbahagia!
Yang dimaksud dengan “ahlul-karam” (keluarga utama) dalam Hadits di atas ialah orang-orang yang berhak mendapat kemurahan Allah SWT keutamaan dan keistimewaan-Nya. Mereka akan mendapat pahala yang berlipat ganda serta memperoleh kebahagiaan di dunia, di dunia orang tersebut akan menambah banyak kenalan banyak hubungan yang akhirnya banyak Rezeki dan dihormati orang .
Setelah mendengar Hadits ini, karena dorongan dan rasa ingin tahu para shahabat bertanya: “Siapa yang berhak mendapat kemurahan dan keutamaan itu?. Lalu diterangkan oleh Nabi SAW bahwa mereka itu ialah orang-orang yang suka duduk di dalam mesjid berdzikir pada Allah SWT mereka bertafakkur tentang makhluk-makhluk-Nya.
Dalam suatu riwayat dilukiskan bahwa para malaikat akan turun menemui hamba-hamba Allah yang beriman sesaat sebelum mencabut nyawanya dan berkata: “Janganlah engkau takuti apa yang engkau hadapi nanti, baik berupa kesulitan ataupun kesengsaraan dalam kubur. Janganlah engkau berduka cita mengenangkan apa-apa yang engkau tinggalkan. Bergembiralan engkau karena memperoleh surga yang dijanjikan Allah kepadamu”
Tapi sebaliknya kepada orang yang fasik para malaikat akan mencemoohkan dan bahkan memukulinya di saat mencabut nyawanya.
Dalam riwayat lain dilukiskan bahwa Allah SWT mengutus malaikat yang bertugas mencari jama’ah yang sedang melakukan majlis ilmu, Apabila mereka temukan, mereka pun turut duduk berjama’ah bersama mereka. Karena banyaknya malaikat yang turut hadir dalam jama’ah itu, sayapnya yang membawa rahmat memenuhi cakrawala sehingga para jama’ah majlis ilmu itu dilimpahi ampunan Allah dan dijamin masuk surga
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang suka berdzikir kepada-Nya baik di dalam maupun di luar mesjid.
Selepas Ramadhan kita harus bersihkan diri masing-masing dengan jalan mengendalikan anggota badan dan memperhalus budi, Lidah, perut, penglihatan, tangan, kaki, qalbu dan telinga, tetap terkendalikan. Tepat kiranya nasihat Abul Laits Rahimahullah, apabila saya kutipkan pada akhir khutbah ini. Beliau berkata:
اَنْ أن تُبِينَ فِي لِسَانِهِ فَيَمْنَعَ لِسَانَهُ مِنَ الكَذِبِ وَالْغَيْبَةِ وَكَلَامِ الفُضُولِ وَيَجْعَلَ لِسَانَهُ مَشعُولاً بذكر اللهِ وَتِلَاوَةِ القُرْآن وَمُذَاكِرَةِ العِلم .
memelihara lidah agar tetap terang yang berarti memelihara lidah dari berdusta dan berbuat ghibah, menggunjing orang ataupun berbincang-bincang yang tidak perlu. Dijadikannya lidah selalu sibuk dengan dzikrullah, menelaah al-Quran dan mendiskusikan ilmu.
أن يُخَافُ فِي أَمْرِ بَطْنِهِ فَلَا يَدْخُلُ بَطْنَهُ الأَحَلالاً قلياً وَيَأْكُلُ مِن الحَلَالِ مِقْدَارِ حَاجَتِهِ .
memelihara perut agar terjaring dari barang haram, diusahakan agar tetap makan yang halal, makan tidak berlebihan, sekedar yang diperlukan oleh dirinya.
أن يَخَافَ فِي أَمْرِ بَصَرِهِ فَلا يَنْظُرُ إِلَى الحَرَامِ وَلَا إلَى الدُّنْيَا بِعَينِ الرَّعْبَةِ وَإِنَّمَا يَكُونُ نَظَرُهُ عَلَى وَجْهِ العِبَرَةِ .
memelihara penglihatan jangan sampai dikelabui barang haram dan keduniaan semata-mata. Pergunakan mata untuk selalu mengambil ajaran dari dunia.
أنْ يَخَافُ فِي أَمْرِ يَدِهِ فَلَا يَمُدَّ يَدَهُ إِلَى الْحَرَامِ وَإِنَّمَا يَمُدَهَا إِلَى مَا فِيهِ الطَّاعَةُ.
memelihara tangan agar tidak menjangkau barang haram. Usahakan untuk tetap meraih hal-hal yang menunjukkan sikap taat.
أَنْ يَخَافَ فِي أَمْرِ قَدَمَيْهِ فَلَا يَمْشِي فِي مَعْصِيَّةِ اللَّهِ تَعَالَى وَإِنَّمَا
يَمْشِي فِي طَاعَةِ اللهِ .
memelihara kaki untuk tidak melangkah ke jalan ma’siat, Arahkanlah ke jalan taat kepada Allah.
أنْ يَخَافُ فِي أَمْرِ قَلْبِهِ فَيَخْرُجَ مِنْهُ العَدَوَاةَ وَالْبَغْضَاء وَحَسَدَ الْإِخْوَانِ وَيَدْخُل فِيهِ النَّصِيحَةَ وَشَفَقَةَ الْمُسْلِمِينَ
memelihara bisikan qalbu jangan sampai meneguarkan permusuhan, kemarahan hasud kepada sesama saudara. Rintislah agar senang menerima nasihat dan menyatakan kasih kepada sesama Muslim.
الن يكون خائفاً في امر طاعتِه يَجْعَرَ طاعته خالصا توجه الله تعالى ويخاف الرياء والنفاق
memelihara diri agar Selalu taat kepada Allah dengan penuh ikhlas yang Karenanya terhindar dari nifaq
أن يخاف امر سيعه فلا يسمع الا الحق
memelihara telinga agar tetap mau mendengarkan kebenaran.
Semoga kita semua termasuk manusia yang selalu taat kepada Allah SWT dan selalu kuat menegakkan kebenaran di muka bumi ini. Kita isi kehidupan ini dengan amal nyata, amal yang di Ridhoi Allah SWT
سبحانه و قريا قومي اعملوا على مكانتكم إلى عامل فسوف تعلمون قد تكون له عاقبة الدار انه لا يتعلم الظالمونه جماعه صلاة عيد رحمكم الله
Akhirnya marilah kita berdu’a, munajat kepada Allah SWT Maha Pengasih Penyayang.
الحمد لله رب العالمي والصلاة والسلام على سيد المرسلين وعلى اله وصحبه اجمعين اللهُمَّ إِنَّكَ تَسْمَعُ كَلا منا وَتَرى مَكَانَنَا وَتَعْلَمُ سِرنَا وَعَلَا تَيْتَنا لا يخفى عَلَيْكَ شَيْءٍ مِنْ اَمرِنَا .
Allahumma ya Allah, Engkaulah Maha Mendengar ucapan kami, melihat kedudukan kami, mengetahui segala urusan kami, baik yang tersembunyi atau pun yang nyata, tidak satu pun yang tersembunyi dari Penglihatan-Mu ya Allah.
Ya Allah kami berkumpul di sini memenuhi panggilan-Mu munajat kepada-Mu serta memohon ampunan-Mu.
Ya Allah ampunilah segala dosa kami baik yang kami sadari atau pun yang tidak kami sadari, Bagi-Mu ya Allah tiada yang tertutup, Engkaulah ya Allah yang mengetahui segala kehidupan kami, Engkaulah yang mengetahui segala dosa kami, Sekiranya Engkau tidak mengampuni dosa kami dan tidak melimpahkan rahmat kepada kami sungguh kami termasuk orang yang rugi dan tak sanggup menerima dahsyatnya api neraka.
Ya Allah ampunilah segala dosa kami dan dosa ibu bapak kami, Limpahkanlah rahmat kurnia-Mu bagi kedua orangtua kami, Mereka telah berusaha menyantuni kami sejak kecil, namun kami tak kuasa membalas budi baik mereka.
Ya Allah, Engkaulah yang mendengar jeritan hati kami serta Engkaulah yang akan meluluskan permohonan kami ini.
اللَّهُمَّ حَسَنْ أَخْلَاقَنَا وَصَححْ أَجْسَادَنَا وَدَوَرٌ قُلُوبَنَا وَأَحْسِنُ أَعْمَالَنَا
والى الخير قريبنَا وَ عَنِ الشَّرِ ابْعِدْنَا وَاقْضِ حَوَائِ جَنَا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.
Ya Allah, Semoga engkau memperindah ahlak kami, melimpahkan Kesehatan jasad kami, menyirami kalbu kami, membaikkan perbuatan kami, Ya Allah dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, penuhilah sebutuhan kami, ya Allah, baik berkenaan dengan kehidupan agama kami, dunia kami dan akherat kami,
اللهم الدعوات أعز الاسلام والمسلمين وأذل الملحد والتركيز اعدائك اعداء الدين اللهم ألف بين قلوب المسلمين والمؤفيلا الله اغفر لنا ولوالدينا والمساكين والمسلمات الاحياء مسام والاحوان؟ أنك سميع قريب مجيب .
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار وصلى الله .
على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه وجميد والحمد لله رب العالمين



